Program Literasi

15 Menit Membaca Senyap (Daily Reading Time)

Kegiatan ini dilakukan setiap hari sebelum pelajaran dimulai. Siswa membaca buku pilihan mereka (bacaan ringan, cerita rakyat, komik edukatif, dll.) dalam suasana tenang. Guru berperan sebagai pendamping untuk memastikan keterlibatan semua siswa dan memberikan kesempatan tanya jawab saat selesai membaca.

  1. Jurnal Harian

Setiap siswa menulis di buku jurnal mereka tentang pengalaman hari itu, perasaan, cerita, atau pendapat mereka tentang topik tertentu. Kegiatan ini membantu siswa melatih kemampuan menulis dan mengekspresikan diri.

  1. Pekan Cerita

Setiap minggu, beberapa siswa bergiliran menceritakan kembali buku yang mereka baca di depan kelas. Kegiatan ini melatih komunikasi, keberanian, dan pemahaman terhadap teks. 

  1. Membuat Buku Mini

Siswa menyusun cerita bergambar sederhana yang kemudian dijilid menjadi buku mini. Hasil karya ditampilkan di kelas atau perpustakaan sekolah untuk dibaca teman-teman.

  1. Pekan Eksperimen Matematika

Siswa melakukan percobaan sederhana terkait matematika seperti mengukur jarak, menghitung volume air, atau membuat grafik jumlah benda di sekitar. Kegiatan ini mengembangkan konsep matematika secara nyata.

  1. Pasar Sekolah

Simulasi ekonomi sederhana. Siswa membuat stand jualan, memainkan peran sebagai penjual dan pembeli, dan belajar menghitung uang, harga, kembalian, dan mencatat hasil penjualan.

  1. Sudut Budaya Nusantara

Setiap kelas memiliki pojok budaya yang berisi barang-barang khas daerah, seperti miniatur rumah adat, batik, cerita rakyat, alat musik, dan gambar. Sudut ini diisi bergantian oleh siswa secara kreatif dan dieksplorasi sebagai sumber belajar.

  1. Pekan Cerita Rakyat

Siswa diberi kesempatan membaca, mendengarkan, atau menonton cerita rakyat Nusantara. Kemudian, mereka menceritakan ulang atau membuat drama pendek berdasarkan cerita tersebut.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait